Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Depolitisasi Pemerdayaan vs Repolitisasi Pemberdayaan untuk Demokrasi Radikal

Gambar
  Repolitisasi pem(b)erdayaan dalam kerangka proyek hegemoni, deliberasi dan demokasi radikal Dr. Amin Tohari (Direktur Sekolah Riset SATUKATA) Mengapa penting membicarakan (lagi) empowerment? Atau apa yang terjadi dengan empowerment sehingga dia perlu dibicarakan (lagi)? Dan apa pentingnya diskusi tentang empowerment ini untuk memikirkan demokrasi kita?  Setidaknya ada empat hal yang menurut saya sangat mendasar sehingga kita harus membicarakan (lagi) empowerment. Pertama, empowerment atau pemberdayaan sudah dianggap sebagai sesuatu yang “gitu-gitu aja”, banal.  Pernyataan ini sebetulnya menyimpan dua asumsi; tidak ada yang salah dengan empowerment dan sudah terlalu banyak kajian empowerment. Kalaupun kita membicarakannya kita tidak akan pergi ke mana-mana. Pemikiran ini kurang lebih mau mengatakan kalau empowerment ini sebetulnya sudah menjadi banalitas. Karena dia sudah banal maka apa pentingnya membicarakan (lagi) soal “mandi dua kali sehari”. Empowerment bahkan kemudian mengalami

Sekolah Riset Kampung ll Di Bandungan Semarang

Gambar
  Bagaimana pariwisata mengubah sebuah kampung, bagaimana kesenian lokal merespon gempuran industri karaoke, dan bagaimana cerita tentang klengkeng berhubungan dengan persoalan air, adalah topik-topik menarik yang ditemukan dan dianalisis pada sekolah riset kampung kali ini.