dg0kK7z4hBqCLDVmtdPEXSsEQoHeMBlGLRgNyHZQ

Cerita Dari Pesisir Tanakeke

Gagap Riset di Tengah Dentuman Globalisasi Pengetahuan Teknologi

Dok. bhartiyaalankarnews24.com
Ada sebuah istilah yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan saat ini sedang kewalahan merespon arus globalisasi atau lompatan zaman, sehingga menyebabkan banyak masyarakat yang kebingungan bahkan putus asa menghadapi lompatan zaman tersebut. Dua dekade yang lalu kita tidak memprediksi bahwa perkembangan teknologi akan sedemikian cepat dan massif hingga ke berbagai pelosok negeri. Kita berasumsi bahwa perkembangan itu akan berjalan sebagaimana pola tradisional yang sudah ada yakni melalui circle perkotaan dan nantinya terdistribusi ke pelosok – pelosok negeri. 

Dalam pola tradisional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbeda dari satu tempat dengan tempat lain, hal ini bukan karena hanya masyarakat dan SDMnya berbeda, tetapi kondisi geografis serta nilai – nilai budayanya yang ada saat itu. Namun, seiring massifnya globalisasi, lompatan teknologi kian tidak terbatas yang hal ini menyebabkan iptek menyebar dan terdistribusi ke seluruh pelosok negeri. 

Perkembangan teknologi yang didukung oleh globalisasi tersebut akan mempunyai dampak negatif jika tidak didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan yang sepadan. Hal itu bisa dilihat pada peristiwa pemilu 2019, yang lalu. Distribusi berita dan wacana menyebar sangat cepat ke berbagai platform media sosial seperti facebook, whatsapp, twitter, youtube dan instagram. Hal ini membuat masyarakat sulit menyaring antara fakta berita yang benar dan berita yang hoaks, sehingga menyebabkan antar masyarakat saling tuduh terhadap pasangan satu dan pasangan yang lain. 

Peristiwa pemilu 2019, sudah cukup menjadi pelajaran bahwa perkembangan teknologi sangat mempunyai dampak negatif yang berakibat fatal terhadap kelangsungan hidup berbangsa di Negara ini. melihat Indonesia yang bersuku – suku dan multi ras akan sangat rentan bila tidak diimbangi oleh ilmu pengetahuan yang tidak memadai. 

Merespon fenomena yang terjadi di masyarakat, sekolah Riset SatuKata hadir memberi solusi menyeimbangkan lompatan teknologi yang didukung globalisasi tersebut dengan ilmu pengetahuan riset. Ilmu pengetahuan riset adalah modal kita mengetahui dan menyaring berita – berita yang mempunyai dampak perpecahan di masyarakat. 

Oleh karena itu, ilmu pengetahuan riset harus dan penting dimiliki masyarakat luas karena dalam ilmu pengetahuan riset tersebut kita akan dapat membangun nalar dan melakukan validitas data secara benar. Dengan dibekali ilmu pengetahuan riset masyarakat akan mampu menimbang informasi, mengkritisi informasi, menggunakan informasi, menyebarkan informasi, dsb. 

Sekolah Riset SatuKata hadir untuk mendorong semua lapisan masyarakat untuk membangun kreativitas dan kemampuan belajar yang jauh lebih cepat dari sebelumnya. Sekolah Riset SatuKata memberi bekal pengetahuan riset yang bisa dilakukan oleh semua masyarakat dengan taglinenya #Semua orang bisa meneliti. 
 
Seperti yang dikatakan Abdul Qadir Jailani, alumnus sekolah riset SatuKata, menurutnya, ia lebih peka dan mengerti tentang hal – hal yang terjadi di masyarakat dari hal terkecilpun. Menurutnya, ia lebih bijak dan tidak reaktif jika mendapat berita yang sensitive. Hal ini membuatnya lebih indah melihat sesuatu. 

“Kita tidak cepat reaktif menanggapi berita – berita yang ada, tidak cepat menyalahkan ataupun membenarkan suatu berita. Jadi sudut pandang kita tidak hitam putih jadi semua itu indah,” ucap Abdul Qadir.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar